06 Jan 2026

YOGYAKARTA – Dalam upaya meningkatkan kompetensi, kemampuan dan kapasitas riset Dosen dan Pranata Laboratorium Pendidikan, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Scientific Meeting pada bulan Desember tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu pada tanggal 5 Desember 2025 dan 12 Desember 2025, secara luring bertempat di Ruang Poorwosoedarmo Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yaitu pada sesi 1 Bapak Dachlan Choeron, SKM, MKM dari Kementrian Kesehatan yang mengupas tuntas tentang Antropometri, termasuk salah satunya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan di tingkat masyarakat. Bapak Dachlan menekankan bahwa antopometri bukan sekedar kegiatan pengukuran fisik, melainkan instrumen strategis untuk menilai status gizi, pertumbuhan, dan perkembangan individu secara berkelanjutan. Lebih lanjut, Bapak Dachlan menjelaskan peran krusial pemantauan pertumbuhan dan perkembangan di tingkat masyarakat, khususnya melalui layanan kesehatan primer seperti posyandu dan puskesmas. Data antropometri yang dikumpulkan secara rutin dan akurat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program kesehatan dan gizi. Dengan pemantauan yang optimal, potensi masalah gizi dapat dideteksi lebih dini sehingga intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran. Sesi ini juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader di masyarakat agar mampu melakukan pengukuran antropometri secara benar dan konsisten

Pada sesi 2 menghadirkan Ibu Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M. Si, PhD dari Universitas Gadjah Mada yang menyampaikan materi tentang Penelitian Kualitatif. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa penelitian kualitatif memiliki peran penting dalam menggali makna, persepsi, dan pengalaman manusia, khususnya dalam konteks kesehatan dan perilaku masyarakat. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti untuk memahami fenomena kesehatan secara lebih mendalam dan kontekstual, yang sering kali tidak dapat dijelaskan hanya melalui angka dan data statistik. Metode seperti wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, dan observasi menjadi sarana utama untuk memperoleh gambaran utuh tentang permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Melalui sesi ini, peserta diajak untuk memahami prinsip dasar, tahapan, serta kekuatan penelitian kualitatif sebagai pelengkap penelitian kuantitatif. Pengetahuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas riset dan mendukung penyusunan kebijakan serta program kesehatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan dan realitas di lapangan.
