JAJAN DARI BAHAN PANGAN DALAM NEGERI? GAK PERLU GENGSI!



19 Sep 2022




Kegiatan Workshop 2022 ini merupakan salah satu program kerja tahunan dari Himpunan Mahasiswa Program Studi Diploma III Gizi. Pada kesempatan kali ini, Himpunan Mahasiswa Program Studi Diploma III Gizi mengadakan Workshop dengan mengangkat tema “Jajan dari Bahan Pangan dalam Negeri? Gak Perlu Gengsi!” Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan bakat dan minat mahasiswa serta menambah pengetahuan mengenai bahan pangan dalam negeri yang dapat dimanfaatkan semenarik mungkin dan tidak kalah saing dari produk luar. Kegiatan workshop yang diadakan pada hari Sabtu Legi, 17 September 2022 ini juga menjadi salah satu upaya untuk menambah pengetahuan tentang bahan pangan lokal dari segi gizi serta dapat mengimplementasikan modifikasi resep jajanan sebagai bentuk kreativitas mahasiswa.

Pada kegiatan Workshop ini setiap kelas diwajibkan mengirimkan minimal 2 tim dengan masing masing tim beranggotakan 3 orang. Selain perwakilan kelas, kegiatan Wokshop ini turut mengundang delegasi BEM, BLM, HMJ Gizi, dan HMPS STR Gizi.

Pada workshop kali ini, HMPS DIII Gizi mengundang 2 narasumber. Narasumber yang pertama yaitu Kak Elok Faiqoh, S.Tr. Gz. yang merupakan Mahasiswa Pendidikan Profesi Dietisien Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, serta narasumber kedua yaitu Chef T. Chandra P. Beliau merupakan chefpreneurfoodstylist, dan juga merupakan founder dari Sae Culinary Art Jogja. Acara workshop dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan sambutan oleh Ibu Almira Sitasari, S.Gz. MPH yang kemudian dilanjutkan oleh laporan dari ketua acara. Kemudian penyampaian materi dari narasumber 1 yaitu Kak Elok Faiqoh, S.Tr. Gz. dengan judul materi “Pemenuhan Gizi Seimbang dengan Bahan Pangan Lokal”. Antusias peserta sangat tinggi pada materi ini. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta workshop salah satunya yaitu “Bagaimana cara menangani bahan pangan lokal yang beracun? Apakah ada perlakuan khusu dalam pengolahannya?”. Jawaban yang diberikan oleh Kak Elok atas pertanyaan tersebut yaitu “Seperti halnya dengan singkong yang terdapat racun berupa sianida, terdapat pengolahan khusus yaitu setelah dikupas harus direndam dengan air terlebih dahulu. Selain itu, pemanasan dapat menghilangkan racun pada singkong. Namun, untuk bahan pangan lain juga ada pengolahan khususnya tetapi perlu ada referensi jurnal terkait dengan itu”.

Setelah selesai penyampaian materi dari narasumber 1, dilanjutkan dengan demo memasak oleh narasumber 2 yaitu Chef Chandra dengan judul “Teknik Pengolahan Bahan Pangan Lokal dalam Kreasi Resep Kekinian dan Bernilai Gizi Tinggi”. Pada demo memasak, peserta dibagi menjadi dua yaitu melihat secara langsung di Laboratorium Penyelenggaraan Makanan dan menyaksikan secara live streaming di Laboratorium Sistem Penyelenggaraan Makanan Institusi. Kemudian, peserta melakukan praktik memasak sendiri dengan waktu yang telah ditentukan dan hasil masakan peserta dibahas oleh Chef Chandra selaku narasumber 2. Pada saat pembahasan juga ditetapkan hasil 2 makanan terbaik dan terunik hasil kreasi dari ubi ungu yaitu kelompok 2 dengan judul masakan Ubi Cowbow (Coklat Rainbow) dan kelompok 4 dengan judul masakan Toppoki Ubi. Kegiatan Workshop ini ditutup dengan sesi foto bersama dan resmi berakhir pada pukul 12.28 WIB.