Webinar: “Siap Berkarir: Strategi Mengenali Potensi Diri Lulusan Gizi”

Pada hari Selasa 11 Agustus 2020, dengan sinergi mahasiswa tingkat akhir dan para dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta sukses menyelenggarakan rangkaian webinar menuju wisuda gelombang 2 Poltekkes Kemenkes Yogyakarta pada tahun 2020. Webinar ini terbagi menjadi 2 seri, seri pertama bertema Siap Berkarir: Strategi Mengenali Potensi Diri Lulusan Gizi. Webinar seri pertama  mengahadirkan 3 pembicara utama yaitu Bapak Ir. Bambang Riyadi selaku Direktur Pringsewu Group, Bapak Joko Susilo, SKM, M.Kes selaku DPD Persagi DIY, dan Tito Arianto Nugroho, A.Md sebagai alumni Nusantara Sehat. Webinar dibuka dengan sambutan dari Direktur Poltekkes Kemnkes Yogyakarta, beliau mengapresiasi Jurusan Gizi telah menyelenggarakan acara yang dapat memberi bekal pada calon-calon alumni. Pada webinar ini, pemateri pertama yaitu Bapak Ir. Pak Bambang, M.M menjelaskan langkah-langkah membangun mental berwirausaha dalam bidang gizi atau makanan. Dan beliau berpesan pelaku usaha sekarang khususnya dalam bidang gizi dan makanan lebih mudah berkembang dan terkenal berkat teknologi, maka cara berwirausahnya juga harus mengikuti perkembangan zaman.

Selanjutnya materi kedua disampaikan oleh Bapak Joko Susilo,SKM, M.Kes atau Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta sekaligus mewakili DPD Persagi DIY dengan topik yang disampaikan tentang Keberlanjutan dan Pengembangan Profesi Ahli Gizi. “Harus bangga dengan profesi lulusan gizi sesuai standar kompetensi dan aturan PERSAGI” ujar Pak Joko terhadap para peserta webinar yang sebagian besar adalah calon ahli gizi dan ahli gizi baik yang bekerja di Rumah Sakit atau Puskesmas. Selanjutnya, penyampaian materi disampaikan oleh Alumni Nusantara Sehat, Alumni Jurusan Gizi Poltekkes Jogja yaitu Tito Arianto Nugroho, A.Md. Beliau menjelaskan tentang program Nusantara Sehat yang digagas oleh Kemenkes dimana program ini sebagai upaya Kemenkes dalam pemerataan tenaga kesehatan di seluruh wilayah Negara Indonesia khususnya yang berada di daerah DTPK (Daerah Terluar, Terpencil dan Kepulauan). Sesi diskusi berlangsung sangat menarik ditunjukkan dengan antusias peserta webinar yang banyak sekali mengajukan pertanyaan, namun hanya beberapa saja yang disampaikan oleh panitia kepada para pemateri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *