Nutripreneurship Talkshow HMPS STr Gizi dan Dietetika

Serangkaian kegiatan Nutripreneurship Talkshow dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2020. Nutripreneurship Talkshow ini diadakan oleh HMPS STr Gizi dan Dietetika dengan mengangkat tema “Berwirausaha dengan Skill Ahli Gizi Menggunakan Bahan Pangan di Sekitar Kita”. Kegiatan Talkshow ini di maksudkan agar dapat mengasah skill berwirausaha yang tetap memperhatikan kesehatan dan kandungan gizi yang ada dengan menggunakan potensi sumber daya yang ada disekeliling kita dalam rangka menghadapi limit acses yang terjadi pada masa pandemi ini.

Acara ini dimulai pukul 08.00 WIB oleh pembawa acara dilanjutkan dengan sambutan Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan dilanjutkan dengan penyampaian materi dari ketiga narasumber yaitu Bapak M. Primiaji Rialihanto, SST, M.Kes yang merupakan dosen jurusan gizi Polkesyo yang akan membawakan materi dengan subtema skill ahli gizi untuk membuka usaha, Ibu Lastmi Wayansari, S.GZ,MPH yang merupakan dosen jurusan gizi Polkesyo yang akan membawakan materi dengan subtema pengolahan bahan pangan yang tepat untuk membuka usaha, dan Ibu Lusia Evi Nivita Nugrahani., SKM yang merupakan Owner Catering Nutrihealth yang akan membawakan materi dengan subtema tips and trik serta tantangan membuka usaha.

Sebelum mengikuti acara Nutripreneurship Talkshow ini para peserta melakukan pendaftaran pada form yang sudah disediakan panitia. Peserta yang melakukan pendaftaran terhitung sebanyak 504 peserta yang berasal dari beberapa instansi. Kemudian peserta dapat mengikuti acara secara online melalui zoom maupun youtube hmps st gizi dan dietetika polkesyo.

 
 

Webinar Gizi Gelar Karya Produk Mahasiswa Gizi

Pada hari Kamis 13 Agustus 2020, telah terselenggara juga webinar gizi gelar karya produk mahasiswa gizi dengan tema “Implementasi Standar Kompetensi Nutrisionis dan Dietisien”. Webinar ini merupakan lanjutan acara webinar gizi seri pertama pada hari Selasa 11 Agustus 2020. Pada gelar karya produk ini menampilkan produk-produk mahasiswa gizi yang merupakan hasil dari penelitian tugas akhir. Selain penyampaian materi hasil penelitian mahasiswa, Jurusan Gizi turut mengundang Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Prof. Wikan Sakarinto, MSc. PhD. Beliau pada sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan vokasi pada masa mendatang akan menentukan titik cerah, peminat pendidikan vokasi akan banyak khususnya diploma-diploma yang setara dengan sarjana, meskipun masih ada kurang dalam beberapa hal salahsatunya perguruan yang menyelenggarakan pendidikan vokasi sebaiknya bekerjasama dengan perusahaan.

Pemateri pertama pada gelar karya produk mahasiswa ini diawali oleh dosen jurusan gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yaitu Bapak Nur Hidayat, SKM, M.Kes dengan topik Strategi Perguruan Tinggi Dalam Menyiapkan Nutrisionist yang Berkompeten. “Perguruan tinggi yang dalam proses mencetak nutrisionist yang terampil dan berkompeten harus sesuai dengan aturan SISDIKNAS dan menyesuaikan dengan kultur pembelajaran masing-masing perguruan tinggi” ujar Bapak Nur. Setelah Bapak Nur Hidayat menyampaikan materi, diskusi selanjutnya akan dilakukan secara panel dengan pemateri dari para mahasiswa. Para mahasiswa tersebut terdiri dari program studi Diploma 3 Gizi, Sarjana Terapan Gizi, dan Pendidikan Profesi Dietisien. Materi diskusi panel pertama disampaikan oleh Riska Anggrani dengan topik “Permasalahan Asupan Zat Gizi Makro pada Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK)”. Materi kedua yang disampaikan oleh Shereen Cahya Hakiki Fadhilah dengan topik “Pemanfaatan Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris) untuk Pembuatan Kastangel Tinggi Serat Pangan sebagai Kudapandalam Pencegahan Diabetes Melitus”. Materi terakhir dsiampaikan oleh Tutu Wisti Shabila dengan topik “Asuhan Gizi Pasien Geriatri dengan Komorbid Jantung (studi kasus). Peserta webinar pun tertarik dengan hasil penelitian dari mahasiswa ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada para pemateri. Dengan digelarnya webinar gelar karya ini, sekaligus mengakhiri rangkaian webinar gizi menuju wisuda.

Webinar: “Siap Berkarir: Strategi Mengenali Potensi Diri Lulusan Gizi”

Pada hari Selasa 11 Agustus 2020, dengan sinergi mahasiswa tingkat akhir dan para dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta sukses menyelenggarakan rangkaian webinar menuju wisuda gelombang 2 Poltekkes Kemenkes Yogyakarta pada tahun 2020. Webinar ini terbagi menjadi 2 seri, seri pertama bertema Siap Berkarir: Strategi Mengenali Potensi Diri Lulusan Gizi. Webinar seri pertama  mengahadirkan 3 pembicara utama yaitu Bapak Ir. Bambang Riyadi selaku Direktur Pringsewu Group, Bapak Joko Susilo, SKM, M.Kes selaku DPD Persagi DIY, dan Tito Arianto Nugroho, A.Md sebagai alumni Nusantara Sehat. Webinar dibuka dengan sambutan dari Direktur Poltekkes Kemnkes Yogyakarta, beliau mengapresiasi Jurusan Gizi telah menyelenggarakan acara yang dapat memberi bekal pada calon-calon alumni. Pada webinar ini, pemateri pertama yaitu Bapak Ir. Pak Bambang, M.M menjelaskan langkah-langkah membangun mental berwirausaha dalam bidang gizi atau makanan. Dan beliau berpesan pelaku usaha sekarang khususnya dalam bidang gizi dan makanan lebih mudah berkembang dan terkenal berkat teknologi, maka cara berwirausahnya juga harus mengikuti perkembangan zaman.

Selanjutnya materi kedua disampaikan oleh Bapak Joko Susilo,SKM, M.Kes atau Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta sekaligus mewakili DPD Persagi DIY dengan topik yang disampaikan tentang Keberlanjutan dan Pengembangan Profesi Ahli Gizi. “Harus bangga dengan profesi lulusan gizi sesuai standar kompetensi dan aturan PERSAGI” ujar Pak Joko terhadap para peserta webinar yang sebagian besar adalah calon ahli gizi dan ahli gizi baik yang bekerja di Rumah Sakit atau Puskesmas. Selanjutnya, penyampaian materi disampaikan oleh Alumni Nusantara Sehat, Alumni Jurusan Gizi Poltekkes Jogja yaitu Tito Arianto Nugroho, A.Md. Beliau menjelaskan tentang program Nusantara Sehat yang digagas oleh Kemenkes dimana program ini sebagai upaya Kemenkes dalam pemerataan tenaga kesehatan di seluruh wilayah Negara Indonesia khususnya yang berada di daerah DTPK (Daerah Terluar, Terpencil dan Kepulauan). Sesi diskusi berlangsung sangat menarik ditunjukkan dengan antusias peserta webinar yang banyak sekali mengajukan pertanyaan, namun hanya beberapa saja yang disampaikan oleh panitia kepada para pemateri.